Dibalik Dorayaki Doraemon

10 Maret 2010 pukul 02:47 | Ditulis dalam Informasi Publik, jepang, makanan | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

Dorayaki, begitu kita membaca atau mendengar kata dorayaki tentu teingat dengan doraemon, hal ini juga terjadi pada saya, tadi pagi mendapat ‘kiriman’ kue dorayaki dari kekasih tercinta, begitu tahu ada dorayaki, langsung dimakan tidak cuma satu tapi dua biji (kalau doraemon malah makan sepiring yang bisa jadi lebih dari lima biji hehe..). Memang rasa kue dorayaki itu lezat dan tak salah doraemon menggemarinya, tokoh kartun dari Jepang, yang dikenal bagi anak kecil hingga orang dewasa

Penasaran ??? Yuk simak yang satu ini ….!!!

Dorayaki adalah sejenis makanan Jepang sebagai hidangan pencuci mulut yang terdiri dari dua pancake kecil seperti roti dan pasta kacang merah manis.

– Pada awalnya Dorayaki hanya memiliki satu lapisan dan diciptakan oleh Ueno Usagiya pada tahun 1914.

– Dalam bahasa Jepang, dora berarti “gong” (mungkin seperti gamelan) dan karena memiliki bentuk yang hampir mirip sehingga mungkin ini merupakan asal-usul nama “dorayaki”.

– Menurut legenda, Dorayaki pertama kali dibuat ketika seorang samurai bernama Benkei terlupa membawa “gong” (dora) yang tertinggal di rumah seorang petani di mana dia bersembunyi dan petani tersebut menggunakan “gong” untuk menggoreng pancake, sehingga diberinama Dorayaki.

Nah itu saja sekilas mengenai dorayaki yang disadur dari wikipedia, sekarang saatnya melanjutkan makan dorayaki :D .

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: