Mengenal Blackberry

11 Maret 2010 pukul 02:22 | Ditulis dalam buah-buahan, gizi, Kesehatan, tips | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Demam Blackberry memang tengah melanda kita. Tapi kalau blackberry buah, sepertinya belum ya? Sebagian besar masyarakat mungkin masih asing dengan dua jenis berry ini, blackberry dan raspberry. Ya, blackberry dan raspberry belum sepopuler stroberi yang telah banyak ditanam di daerah Jawa Barat ini. Lembang, Ciwidey, dan Cipanas menjadi pilihan bagi penggemar buah ini. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada jenis berry lainnya yang lebih kecil dari segi ukuran tetapi mudah ditanam, lebih mahal harganya dan lebih besar manfaatnya? Itulah blackberry dan raspberry. Kedua jenis tanaman ini sering disebut sebagai brambles.

Blackberry merupakan tanaman yang berasal dari Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Selatan. Tanaman ini telah digunakan di Eropa sejak 2.000 tahun yang lalu untuk makanan, obat dan sebagai tanaman pagar. Di Amerika Serikat jenis Rubus allegheniensis, Rubus argustus, Rubus cuneifolius, dan Rubus canadensis memegang peranan penting dalam pengembangan varietas blackberry.

Asal Usul
Di Eropa Rubus lacanitus merupakan jenis blackberry pertama yang dibudidayakan, sedangkan raspberry untuk pertama kalinya ditemukan di Gunung Caucasus di Kepulauan Asia kecil. Pada saat itu, suku Troy mulai membudidayakannya. Diperkirakan orang-orang Romawi yang menyebarkan tanaman ini ke seluruh Eropa. Di abad pertengahan, raspberry di Inggris mulai populer dan mengekspor buah ini ke New York pada tahun 1771.

Brambles merupakan istilah lain untuk tanaman yang berduri dari genus Rubus. Genus ini terdiri dari berbagai macam spesies dan varietas. Rubus merupakan anggota dari famili Rosaceae yang sangat dekat kekerabatannya dengan stroberi, termasuk subfamili yang sama, Rosoidae. Rubus merupakan salah satu genus tanaman berbunga yang sangat beragam, memiliki 12 subgenus dengan beratus-ratus jenis.

Berbagai jenis brambles dapat berdiri tegak, semitegak, dan merambat dengan bantuan tiang penyangga hingga ketinggian 1,5 meter. Membentuk tunas secara bertahap, tunas tersebut muncul dari dalam tanah yang sering disebut cane. Tanaman ini tetap hijau sepanjang tahun (perennial), tersusun dari tunas yang berbuah satu kali dalam dua tahun. Waktu pembentukan buah dalam satu tunas berbeda dengan tunas lainnya, sehingga dapat terjadi overlap. Keadaan ini memungkinkan para petani untuk memproduksi brambles secara kontinu.

Bentuk buah brambles merupakan gabungan dari puluhan buah. Dalam arti, buahnya terdiri dari puluhan buah kecil yang disebut sebagai drupelet. Drupelet-druplet ini menempel pada suatu struktur yang disebut sebagai receptacle yang menjadi pusat pertumbuhan buah. Pada raspberry, receptacle ditinggalkan pada saat panen, sehingga membentuk lubang yang terlihat setelah kita memanen buah ini, sedangkan pada blackberry, drupelet menempel pada receptacle, sehingga pada proses panen receptacle harus ikut dipanen.

Pola Tanam

Brambles baik ditanam pada berbagai macam tipe tanah, dari mulai tanah berpasir hingga lempung, asalkan didukung dengan sistem drainase yang baik dengan kisaran pH 5 – 7. Kedalaman bukan hal yang penting karena pertumbuhan akar tidak terlalu dalam, tetapi bila dibandingkan antara raspberry dan blackberry, penetrasi akar blackberry lebih dalam. Teknik penanaman brambles hampir sama dengan menanam tanaman tomat, kentang, dan terung.

Blackberry lebih dapat beradaptasi di dalam suhu yang relatif hangat dibandingkan dengan raspberry. Pada umumnya raspberry tumbuh di musim panas dengan suhu rendah, pertumbuhannya kurang bagus di daerah Amerika Selatan karena terlalu panas. Di pertengahan musim dingin merupakan musim gugur besar-besaran bagi pertumbuhan blackberry di Oregon dan Washington.

Bila kita menanam blackberry, hasilnya baru akan didapat setelah tahun kedua penanaman dan terus berlanjut hingga lebih dari sepuluh tahun bila dipelihara dengan baik. Pembentukan buah terhitung cepat, hanya memerlukan 30-50 hari untuk sebagian besar jenis raspberry dan 40 – 70 hari untuk blackberry. Hampir sama dengan stroberi, brambles memerlukan suhu malam yang dingin dan siang yang panas.

Meskipun brambles ini dapat melakukan penyerbukan sendiri, untuk bentuk buah yang sempurna dan besar diperlukan bantuan pollinator, dalam hal ini biasanya digunakan lebah madu. Bila dibandingkan dengan stroberi, lebah akan lebih tertarik pada raspberry dan blackberry. Selain mengandung madu dan mahkota yang berwarna sehingga lebih menarik perhatian serangga, sehingga 60 – 100 ovarium dapat diserbuki dengan sempurna dengan serbuk sari yang berada dalam 60-90 buah kepala sari.

Melindungi Otak

Mengapa buah yang berakhiran kata berry lebih istimewa daripada buah lainnya, dalam segi harga maupun gengsi? Dalam NewsWeek Juni 2006, Don Sturn, pemilik Berry Farm, Portland, Amerika Serikat menyatakan kewalahan memenuhi permintaan semua jenis produk berry: strawberry, raspberry, blueberry, dan blackberry, ketika ahli biologi Gary Stoner dari Ohio State University memublikasikan hasil penelitiannya bahwa berry dapat mengurangi risiko tumor kolon 60-80 persen pada tikus percobaannya.
Percobaan Stoner terus dilakukan hingga saat ini. Yang menjadi objek bukan lagi tikus, tetapi manusia. Kekuatan berry untuk meng-atasi kanker bukan merupakan hal yang baru. Hampir 50 tahun lamanya berbagai riset ilmiah menunjukkan bahwa berry merupakan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan. Saat ini penelitian terbaru ditujukan pada kemampuan berry dalam mencegah serangan jantung dan penurunan kinerja otak.

Pernahkan Anda berpikir bahwa berry sebagai pil antioksidan? Dengan berry Anda tidak perlu lagi pergi ke apotik untuk membeli pil antioksidan. Antioksidan adalah suatu molekul yang dalam jumlah relatif sedikit dapat mencegah proses oksidasi. Dalam dunia biologi, antioksidan adalah semua senyawa yang dapat meredam radikal bebas (suatu molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan dalam orbital luarnya), termasuk enzim-enzim dan protein pengikat logam. Atau dengan kata lain, antioksidan adalah senyawa-senyawa yang mampu menghilangkan, membersihkan, menahan pembentukan, atau meniadakan efek oksigen reaktif.

“Dahulu saya menganjurkan mengonsumsi berry karena kandungan vitamin C, potassium (Na), serat, dan asam folat. Tetapi, hari ini saya me-nemukan kandungan antioksidan yang begitu banyak di dalam berry, ” ujar Prof. Ronald Wrolstad, ahli gizi dan makanan dari Oregon State University, AS. Beberapa tahun yang lalu, para peneliti dari Tufts mengukur level antioksidan dari 50 jenis buah dan sayuran, dan yang tertinggi adalah berbagai jenis buah berry.

Tinggi rendahnya antioksidan pada berry dapat dilihat pada pekat atau tidaknya pigmen anthosianin yang terdapat pada berry, merah, ungu dan biru. Berry yang pekat berarti mengandung pigmen yang kuat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Pada bulan April 2006, David Bell dari Indiana University School of Medicine, melaporkan bahwa ekstrak blueberry melindungi arteri jantung dari serangan radikal bebas.

“Tidak ada kekuatan yang sekuat berry dalam melindungi otak,” ujar James Joseph, ahli penyakit saraf dalam bukunya yang berjudul “The Color Code,” buku ini membahas tentang manfaat memakan makanan berwarna alami. Pada suatu rangkaian uji coba, Joseph menempatkan tikus dalam wadah yang me-ngandung 100 persen oksigen untuk menyerupai kerusakan oksidatif otak yang disebabkan proses penuaan. Hasilnya, tikus yang diberi makan blueberry sama sekali tidak menunjukkan kerusakan otak. “Saya sebut blueberry sebagai brain berry,” ujar Joseph.

Strawberry dan raspberry dapat membantu menghambat kinerja karsinogen (pemicu timbulnya sel kanker). Lyndon Larcom, ahli mikrobiologi dari Clemson University melakukan serangkaian uji coba yang hasilnya mengindikasikan bahwa strawberry dan raspberry dapat menghambat karsinogen dalam dua level yaitu menghambat kerja karsinogen dan mengaktifkan proses metabolisme tubuh.

Berapa jumlah berry yang dibutuhkan tubuh? Tidak ada yang tahu pasti. Tetapi, National Cancer Institute mengampanyekan “Savor the Spectrum” yang mengajak rakyat Amerika untuk mengonsumsi buah-buahan dan sa-yuran dari beberapa kelompok warna: merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. USDA Food Guide Pyramid merekomendasikan untuk mengonsumsi 5 sampai 6 jenis produk buah-buahan atau sayuran yang berbeda warna setiap harinya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: