Mabuk Perjalanan, Gimana Mencegahnya?

14 Juli 2010 pukul 01:49 | Ditulis dalam tips | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

“Huh! Bau bis malem!” Begitu gerutu orang ketika mencium bau-bauan seperti minyak gosok. Soalnya, minyak gosok identik dengan penumpang yang mengalami mabuk perjalanan di bis antarkota. Makanya, orang yang sering mabuk perjalanan sering dibilang ndeso. Padahal, ya, enggak ada hubungannya.

Sampai sekarang, masih banyak orang yang mengalami mabuk perjalanan. Dan, hal ini tak hanya dialami “wong ndeso“.

Ketika mabuk perjalanan, kepala terasa pusing, mual, muntah, dan keluar keringat dingin. Gangguan yang satu ini, dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan motion sickness. Menurut Jay W. Marks, MD, ahli penyakit dalam dari Yale University, penyebabnya adalah bentrokan koordinasi di dalam otak.

Selama perjalanan, seluruh panca indera kita berada dalam keadaan siaga karena mendapat banyak rangsangan dari luar. Telinga mendengar berbagai macam bunyi. Mulai dari suara tangis anak-anak hingga deru kendaraan. Mata melihat pemandangan dan tingkah laku anggota keluarga yang ada di dekat kita. Seluruh jaringan lunak tubuh yang berfungsi mengolah rangsangan (proprioceptors) juga demikian. Ada sensasi tertentu yang terasa. Mulai dari semilir angin hingga dinginnya AC.

Semua rangsangan itu masuk ke dalam otak dan harus diproses keselarasannya. Namun, terkadang, otak tak mampu menampung semuanya. Akhirnya, terjadilah konflik antar-rangsangan yang menyebabkan sakit kepala, mual, dan keringat dingin.

Trik pencegahan:
1. Duduk di depan, di samping supir. Selama perjalanan, fokuskan pandangan ke pemandangan di depan. Jangan terlalu sering menengok ke kiri dan kanan.
2. Di pesawat, pilih tempat duduk di area tengah untuk meminimalkan getaran mesin.
3. Jangan membaca selama di perjalanan karena akan menambah rangsangan dari mata, sehingga kerja otak bertambah berat.
4. Hindari makanan yang terlalu berbumbu agar pencernaan dan penciuman tidak perlu bekerja keras.

Obati dengan:
Obat jenis antihistamin umumnya digunakan dalam pencegahan dan pengobatan mabuk perjalanan. Antihistamin dapat mencegah dan mengatasi mual, muntah, dan pusing, serta menenangkan stimulasi di telinga bagian dalam.

sumber : kompas.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: