Mengenal Labu Kaya Akan Serat

14 Agustus 2010 pukul 12:27 | Ditulis dalam gizi | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

Di antara 40 jenis labu, mari berkenalan dengan enam di antaranya yang paling populer dan berserat banyak.

Labu Kuning

Nama lainnya labu parang atau pumpkin dan paling sering digunakan dalam masakan. Sebut saja kolak, sup, cake, kue talam, dan kue lumpur. Teksturnya yang lembut dengan rasa sedikit manis sangat cocok dipadupadankan dengan beragam bahan.

Labu Air

Teksturnya keras, warna kulit kehijauan, dan daging buah berwarna putih. Sebagian orang membuat manisan kering dari labu ini, tetapi labu air juga enak dibuat sebagai campuran saus tomat dan masakan, seperti gulai labu atau sayur labu. Labu jenis ini mengandung getah yang lebih banyak dibanding labu lain. Karena itu, kupaslah labu di bawah air mengalir.

Butternut Squash

Rasa dan warnanya mirip dengan labu kuning, tetapi bentuknya oval dengan tekstur daging buah lebih lembut. Sangat cocok dijadikan aneka dessert, seperti puding, cake, atau kolak.

Courgette

Sangat populer di dapur Eropa dan Timur Tengah. Labu yang masih muda sangat cocok digunakan dalam masakan. Labu ini sangat lezat jika diisi dengan daging, dibuat setup sayuran, campuran salad, ataupun ditumis dengan seafood.

Labu Mi

Bentuknya mirip dengan labu kuning, tetapi jika dipotong, akan tampak daging buahnya terurai seperti mi. Semakin tua labu, maka tekstur daging buahnya akan semakin padat menyerupai mi. Labu ini sangat enak dibuat aneka puding, kue, atau diolah menjadi sayuran, dipanggang dengan daging ataupun ditumis.

Kabucha

Labu asal Jepang ini di pasaran ada dua jenis, yaitu acorn squash berbentuk oval dan kabucha bulat. Labu ini sangat nikmat dibuat menjadi beragam masakan, seperti sup, tumis sayuran, atau hidangan penutup.

Tips:

Pilih jenis labu yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki tingkat kematangan yang cukup. Semakin tua, maka labu akan semakin “gempur” (padat) dan daging buah semakin lembut. Labu yang masih muda memiliki tekstur yang lembek dan mengandung banyak getah sehingga jika diolah menjadi masakan, hasilnya akan hancur seperti bubur dan tidak ada rasanya.

Potong labu menjadi beberapa juring agar mudah dikupasnya. Sebab, labu yang tua akan memiliki kulit yang sedikit keras. Kemudian dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan dan dicuci sampai bersih dengan air mengalir.

Walau sudah dipotong, labu termasuk bahan makanan yang tahan lama. Baiknya, simpan labu dalam kulkas atau dapat juga disimpan di ruang terbuka dengan ditutupi plastik.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: